Cari Blog Ini

Kisah Seekor Burung Gagak

Senin, 04 Januari 2010

Pada suatu petang seorang lelaki tua bersama anak muda yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran.Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,"Nak,apakah benda itu? "Burung gagak", jawab si anak.Si ayah mengangguk-angguk,namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama.Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawaban tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "itu burung gagak,Ayah!" tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang,lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!" si ayah terdiam seketika.Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada kesal kepada si ayah, "itu gagak,Ayah." tetapi agak mengejutkan si anak,karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama.Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah. "Ayah!!!Saya tak tahu Ayah paham atau tidak.Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya.Apa lagi yang Ayah mau saya katakan????Itu burung gagak,burung gagak,Ayah.....",kata si anak dengan nada yang begitu marah. Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan.Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu ditangannya.Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya.Diperlihatkannya sebuah diary lama. "Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini, "pinta si Ayah.Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut. "Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun.Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran.Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah,apa itu?"Dan aku menjawab, "Burung gagak, "Walau bagaimanapun,anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawban yang sama.Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian,dan demi rasa cinta dan sayangku aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak. "setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandng wajah si ayah yang kelihatan sayu.Si Ayah dengan perlahan bersuara, "Hari ini ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali,dan kau telah hilang kesabaran serta marah. "lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yang telah ia perbuat.

4 komentar:

deni hermawan abe 21 Januari 2010 11.55  

mantabh way lanjutkan!!!!

slometo 23 Januari 2010 10.01  

mantraaaab!!

Nandagondronk 23 Januari 2010 10.49  

Trimakasih2..:D

puspa 6 Maret 2011 03.15  

semoga bisa menjadi pelajaran bahwa bagaimanapun kita telah berbakti kepada ortu itu tetap belum sebanding dg pengerbanan mereka, ridho Allah asbab ridho orang tua..

Pengikut

banner teman

kosase kosase Photobucket Photobucket kosase

About

Foto Saya
Nandagondronk
Tanjung pinang, Riau / Kijang Kota, Indonesia
Tiada yang sempurna dan abadi
Lihat profil lengkapku

Our Blogger Templates

copy

My Banner

  © Free Blogger Templates Nightingale by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP